Halo
dan selamat datang di Bet.ID Podcast.
Podcast tempat saya bicara tentang bahasa Indonesia dan hal-hal yang
berkaitan dengan itu untuk bantu kalian meningkatkan kemampuan mendengar kalian
dan belajar tentang Indonesia dan budayanya. Saya Jeff
Ini
adalah episode 20 dari podcast ini. Di podcast ini saya akan bercerita tentang
raja pertama dari Kerajaan Singasari (dibaca Singosari). Kerajaan ini
dulunya terletak di daerah Jawa Timur. Episode ini adalah saran dari teman yang
berasal dari Australia tapi sudah tinggal di Vietnam. Terima kasih sarannya ya.
Oke jadi raja pertama dari kerajaan Singasari (dibaca Singosari) tapi saya akan baca saja Singasari supaya tidak membingungkan. Oke jadi raja pertama dari kerajaan Singasari bernama Ken Arok. Bagaimana dia lahir hingga dia menjadi raja? Bagaimana akhir hidup atau bagaimana dia meninggal? Inilah hal-hal yang akan saya bahas sekarang. Mari mulai.
Ken Arok mungkin lahir pada 1182 M dari keluarga petani
miskin yang tinggal di tepi Sungai Brantas, Jawa Timur. Ibunya bernama Ken
Ndok, istri dari seorang pembantu adipati, adipati adalah gelar atau sebutan
untuk seorang raja muda, jadi adipati di Kerajaan Kediri bernama Gajah Para. Tapi
tidak lama setelah Ken Arok lahir, ibunya membuangnya. Jadi ibunya membuang dia
karena mereka miskin. Dia gak ingin Ken Arok menderita miskin seperti mereka.
Namun, Ken Arok justru ditemukan dan diasuh atau dirawat oleh seorang pencuri
bernama Lembong. Karena dia tumbuh atau besar dan dirawat pencuri, Ken Arok
menjadi seorang pencuri yang licik juga.
Suatu hari Ken Arok bertemu dengan Mpu Lohgawe, yaitu
seseorang yang pintar secara spiritual, dia yakin bahwa Ken Arok adalah titisan
atau inkarnasi Dewa Wisnu. Setelah meninggalkan kehidupan lamanya yaitu
kehidupan pencurinya, Ken Arok dibawa Mpu Lohgawe untuk menjadi pengawal atau
bodyguard Tunggul Ametung, yaitu seorang penguasa atau orang yang memerintah di
daerah Tumapel. Jadi Ken Arok dia tinggal di daerah Tumapel, daerah Tumapel
adalah daerah di dalam kerajaan Kediri.
Saat bekerja menjadi pengawal Tunggul Ametung, Ken Arok
tertarik, maksudnya jatuh cinta, kepada Ken Dedes yang adalah istri dari
Tunggul Ametung. Jadi, karena Ken Arok jatuh cinta dengan istri majikan atau
bosnya, maka dia ingin menyingkirkan atau membunuh Tunggul Ametung. Untuk
menyingkirkan Tunggul Ametung, Ken Arok kemudian memesan keris kepada seorang
pandai besi, maksudnya orang yang membuat alat-alat dari besi seperti pedang,
pisau, dan lain-lain. Nama pandai besi itu adalah Mpu Gandring. Mpu Gandring
bilang bahwa dia butuh waktu 1 tahun untuk membuat keris yaitu semacam pisau
panjang yang bisa digunakan untuk membunuh Tunggul Ametung.
Beberapa bulan kemudian Ken Arok sudah tidak sabar dan nekat
merebut, atau mengambil dengan paksa, keris yang belum sempurna dan
menusukkannya ke dada Mpu Gandring hingga tewas. Dalam keadaan sekarat, yaitu
keadaan atau situasi hampir mati, Mpu Gandring mengutuk kalau keris itu
nantinya akan membunuh tujuh orang raja, termasuk Ken Arok dan anak cucunya.
Setelah kembali ke Tumapel, Ken Arok sengaja meminjamkan kerisnya kepada temannya
yang bernama Kebo Hijo.
Malam berikutnya, Ken Arok mengambil keris dari Kebo Hijo dan
dia menyusup, atau pergi diam-diam, ke kamar Tunggul Ametung dan membunuh
Tunggul Ametung. Keesokan harinya, Kebo Hijo yaitu teman Ken Arok dihukum mati
karena keris, orang-orang pikir keris yang membunuh Tunggul Ametung adalah
kerisnya. Waktu itu belum pemeriksaan forensik jadi orang-orang tidak bisa tahu
siapa pembunuh sebenarnya. Yang menarik adalah Ken Dedes yaitu istri dari
Tunggul Ametung tahu bahwa pembunuh asli suaminya adalah Ken Arok tapi dia luluh
oleh rayuan Ken Arok. Setelah itu, Ken Arok mengklaim dirinya sebagai penguasa
baru Tumapel dan menikahi Ken Dedes. Ken Dedes pada waktu itu mengandung atau
hamil anak dari Tunggul Ametung yang belakangan diberi nama Anusapati.
Ken Arok terus berambisi untuk punya kuasa yang lebih besar.
Pada 1222, ia memberontak, atau tidak mau lagi dikontrol oleh kerajaan Kediri
dan berperang dengan raja Kediri dalam pertempuran Ganter. Setelah perang itu, Ken
Arok menyatakan Tumapel, yang sebelumnya daerah di dalam kerajaan Kediri,
sebagai kerajaan merdeka yang lepas dari kerajaan Kediri. Jadi Tumapel tidak
lagi dikontrol oleh Kerajaan Kediri. Ken Arok lalu menjadi raja pertama
Kerajaan Tumapel atau lebih dikenal sebagai Kerajaan Singasari dengan gelar Sri
Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi dan dinastinya disebut Dinasti Rajasa. Lokasi
kerajaan Hindu-Buddha ini berada di daerah Singasari, Malang. Tapi sayangnya
dia hanya memerintah selama 5 tahun yaitu dari tahun 1222 – 1227 M. Karena dia
dibunuh oleh Anusapati yaitu anak tirinya, atau anak dari Tunggul Ametung. Dan
sesuai ramalan dari Mpu Gandring sang pandai besi Ken Arok dibunuh oleh keris
yang dia pakai untuk membunuh Mpu Gandring dan Tunggul Ametung. Itulah akhir
kisah Ken Arok sang raja pertama kerajaan Singosari.
Apa pendapat kalian? Tinggalkan pendapat kalian di bawah, di
manapun kalian dengar podcast ini. Kalau kalian ingin belajar bahasa Indonesia
silakan kunjungi kanal Youtube saya atau jadwalkan pelajaran online dengan
saya. Semua linknya ada di bawah ya. Terima kasih sudah mendengarkan. Sampai
jumpa lagi.
Comments
Post a Comment