Halo
dan selamat datang di Bet.ID Podcast. Podcast tempat saya bicara tentang bahasa
Indonesia dan hal-hal yang berkaitan dengan itu untuk bantu kalian meningkatkan
kemampuan mendengar kalian dan belajar tentang Indonesia dan budayanya. Saya
Jeff
Ini
adalah episode 26 dari podcast ini. Dalam episode kali ini saya akan coba
bagikan sama kalian soal sejarah bahasa ibu saya yaitu bahasa Manado. Saya gak
ahli dalam sejarah, saya sama sekali gak ada kualifikasi untuk bicara soal
sejarah. Tapi saya hanya ingin bagikan sama kalian sejarah singkat dari bahasa
ibu saya. Tapi sebelumnya kalau kalian mau baca transkrip untuk episode ini
kalian bisa klik yang ada di bawah ya. Mari mulai
Bahasa Manado adalah bahasa yang
sudah dipakai sejak beberapa ratus tahun lalu sebagai bahasa pengantar. Maksud
bahasa pengantar adalah lingua franca. Jadi di daerah yang sekarang
sudah jadi provinsi Sulawesi Utara, sejak beberapa ratus tahun lalu meskipun
banyak orang bicara dalam banyak bahasa tapi bahasa Manado adalah lingua franca
agar orang-orang bisa saling komunikasi. Ada yang bilang kalau bahasa Manado
adalah bahasa Indonesia rusak. Karena menurut mereka bahasa Manado sangat mirip
dengan bahasa Indonesia tapi bedanya gramatika atau tata bahasa Manado gak sama
dengan bahasa Indonesia.
Contohnya kalimat berikut, “Hari
ini saya pergi ke pasar dengan ibu saya untuk berbelanja sayur dan buah.”
Dalam bahasa Manado kalimat itu akan menjadi, “Ni hari kita deng ta pe mama
ada pi pasar for mo ba beli sayor deng buah.” Kalau kalian hanya mendengar
mungkin sulit untuk bedakan ya? Tapi kalau kalian lihat tulisannya memang
banyak kata yang sama. Makanya banyak yang bilang kalau bahasa Manado itu bukan
bahasa tapi hanya dialek bahasa Indonesia. Ada juga yang bilang kalau bahasa
Manado itu bahasa Indonesia rusak. Apa itu benar?
Sebenarnya jauh sebelum bahasa
Indonesia ada, bahasa Manado sudah lebih dulu ada dan sudah dipakai untuk
berkomunikasi. Kalau kalian sudah dengar podcast saya tentang sejarah bahasa
Indonesia, kalian pasti tahu kalau bahasa Indonesia secara resmi ada pada tahun
1928. Sedangkan bahasa Manado sendiri sudah ada dari sekitar tahun 1.500-an.
Sudah lama sekali ya.
Kenapa banyak kata bahasa Manado
yang mirip dengan bahasa Indonesia. Saya pikir mungkin karena baik bahasa Manado
dan bahasa Indonesia keduanya berasal dari bahasa Melayu. Oke jadi bagaimana
sejarah sampai bahasa Manado ada?
Sejarahnya dimulai sekitar tahun
1.500-an. Jadi sekali lagi sekitar tahun ini di Nusantara untuk berkomunikasi
orang-orang akan pakai bahasa Melayu. Karena di Nusantara bahasa Melayu
fungsinya sama seperti bahasa Inggris sekarang. Jadi bahasa Manado sendiri
berkembang bukan di pulau Sulawesi tapi di pulau Maluku. Kalau kalian bingung,
kalian bisa lihat peta Indonesia ya.
Jadi pada tahun-tahun itu ada
pedagang dari Indonesia bagian barat juga dari negara-negara lain seperti Arab
bahkan negara-negara Eropa seperti Portugal dan Spanyol. Jadi mereka menjual
berbagai barang seperti kain, baju, dan lain-lain. Mereka datang berdagang atau
menjual barang mereka di Maluku. Karena di Nusantara pada waktu itu bahasa
Melayu adalah lingua franca, maka mereka belajar bahasa Melayu untuk
bisa bicara dengan orang-orang Maluku.
Para pedagang ini aslinya tidak
bicara bahasa Melayu. Mereka bicara bahasa Arab, bahasa Spanyol, bahasa
Portugis, dan lain-lain. Mereka hanya belajar bahasa Melayu. Coba pikir
bagaimana kalau ada orang yang belajar bahasa Inggris dan bicara dengan orang
yang juga belajar bahasa Inggris. Pasti gramatika atau tata bahasa yang benar
tidak mereka perlu. Yang paling penting mereka bisa berkomunikasi dan saling
mengerti satu sama lain. Itu sudah cukup kan?
Nah, sama juga dengan para
pedagang ini dan orang-orang di Maluku. Bahasa ibu mereka bukan bahasa Melayu.
Asal mereka bisa saling mengerti itu sudah sangat cukup. Maka dari situ muncul
yang namanya bahasa Melayu Bazar. Bahasa ini adalah bahasa Melayu yang
sederhana atau yang simpel. Jadi gramatika bahasa ini tidak sesusah bahasa
Melayu yang asli.
Selain gramatika dari bahasa
Melayu yang berubah banyak kata-kata yang berasal dari bahasa Portugis dan
Spanyol bahkan Belanda masuk ke dalam bahasa Melayu Bazar ini. Selain itu ada
juga kata-kata dari bahasa yang ada di Maluku yang masuk contohnya kata ngoni
untuk mereka, dan kata kadera yang berasal dari bahasa Portugis yang
artinya kursi, juga kata mar dari bahasa Belanda yang artinya tapi.
Contoh gramatika yang simpel
misalnya imbuhan meng- dan -kan diganti dengan kata kase
atau kasih misalnya daripada bilang memberi makan yang adalah
struktur yang benar dalam bahasa Melayu dalam Melayu Bazar itu menjadi kase
makang. Percampuran bahasa-bahasa ini terus terjadi untuk waktu yang lama.
Dan bahasa Melayu Bazar ini akhirnya dibawa para pedagang tadi dari pulau
Maluku ke pulau Sulawesi di daerah Manado sekarang.
Sekali lagi orang Manado pada
waktu itu gak bicara bahasa Melayu jadi akhirnya bahasa Melayu Bazar ini
kembali bercampur dengan bahasa-bahasa daerah yang ada di Manado dan akhirnya
menjadi apa yang disebut dengan bahasa Manado. Jadi bahasa Manado itu bukan
dialek bahasa Indonesia bukan juga bahasa Indonesia rusak. Tapi itu adalah
bahasa yang unik juga bisa dibilang bahasa Melayu kreol.
Sampe skarang torang masih
pake noh tu bahasa Manado kalo mo bicara deng teman cuma kwa for tu bahasa
Manado mo ada bentuk tulisan nyanda talalu umum dang. Makanya sampe skarang tu
bentuk tertulis bahasa Manado itu nyanda sama dang.
Jadi tadi saya bicara dalam
bahasa Manado dan artinya, “Sampai sekarang orang-orang di Manado masih
pakai bahasa Manado untuk bicara sama teman. Hanya saja, bentuk tertulis bahasa
Manado tidak umum digunakan. Makanya sampai sekarang bentuk tertulis bahasa
Manado itu bervariasi.”
Oke, saya pikir cukup untuk episode kali ini. Apa pendapat
kalian? Tinggalkan pendapat kalian di bawah, di manapun kalian dengar podcast
ini. Kalau kalian ingin belajar bahasa Indonesia silakan kunjungi kanal Youtube
saya atau jadwalkan pelajaran online dengan saya. Semua linknya ada di bawah
ya. Terima kasih sudah mendengarkan. Sampai jumpa lagi.
Comments
Post a Comment