Halo. Ini podcast kelima saya. Dalam podcast hari ini saya mau
bicara tentang sejarah bahasa Indonesia. Kalau kalian mau baca transkrip untuk episode
ini, kalian bisa klik yang ada di bawah, ya. Sebenarnya saya pikir saya gak punya
kualifikasi atau biasanya orang Indonesia bilang gak memenuhi syarat buat bahas
sejarah. Saya gak ahli dalam sejarah. Ahli maksudnya kalian bisa buat sesuatu
dengan sangat baik. Contohnya saya ahli masak, saya ahli tidur, gak tahu ya
kalau kalian bisa juga ahli dalam hal ini. Karena saya pikir saya bisa tidur
dengan sangat baik. Jadi, saya ahli tidur.
Oke
kembali ke topik. Sejarah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebenarnya adalah
bahasa yang relatif baru. Secara resmi bahasa Indonesia muncul pada tanggal 28
Oktober 1928. Jadi kurang lebih bahasa Indonesia muncul 94 tahun yang lalu.
Waktu itu para pemuda, pemuda itu maksudnya orang muda, jadi pada waktu orang-orang
muda dari seluruh Indonesia rapat atau berkumpul dan buat diskusi. Hasil
diskusi itu adalah yang disebut Sumpah Pemuda. Sumpah itu artinya seperti janji
untuk buat suatu hal. Jadi ada tiga janji yang mereka buat. Janji yang ketiga
adalah, ‘Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia’ atau simpelnya, sederhananya mereka bilang mereka akan bicara dengan
bahasa Indonesia. Mungkin kalian tahu atau belum tahu, bahasa Indonesia itu
bahasa persatuan, bahasa yang buat orang-orang jadi satu, karena setiap orang Indonesia
itu pasti setidaknya bicara dua bahasa, bahasa daerah sama bahasa Indonesia, bahasa
daerah maksudnya bahasa yang dipakai di suatu daerah atau suatu lokasi.
Contohnya bahasa daerah Jawa itu beda dengan bahasa daerah Sumatra. Bukan aksen
ya, tapi benar-benar bahasa yang berbeda dari bahasa Indonesia. Jadi orang dari
Sumatra gak akan mengerti orang dari Jawa kecuali mereka bicara bahasa
persatuan, bahasa Indonesia.
Jadi
sebelum tahun 1928 orang-orang di Indonesia pakai bahasa apa, dong? Jadi jauh
sebelum bahasa Indonesia ada, orang-orang di Nusantara, Nusantara itu adalah istilah
atau kata untuk suatu kepulauan, kepulauan maksudnya banyak pulau, misalnya
pulau Jawa, pulau Sumatra, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi. Nusantara itu adalah
kepulauan besar yang sekarang sudah jadi negara-negara berbeda yaitu Indonesia,
Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darusalam, dan Taiwan. Jadi
tiap daerah bahasanya beda kan? Supaya mereka bisa berkomunikasi dengan lancar
mereka harus pakai satu bahasa yang sama, istilah teknisnya lingua franca. Sama
saja kayak sekarang. Orang Prancis bisa berkomunikasi dengan orang Belanda
kalau pakai bahasa Inggris. Jadi dulu yang jadi bahasa Inggrisnya orang
Nusantara adalah bahasa Melayu.
Sebelum
tahun 1928, orang-orang di wilayah atau daerah yang sekarang jadi negara
Indonesia berkomunikasi dengan bahasa Melayu. Bahasa Melayu adalah bahasa yang
dipakai oleh negara Malaysia sekarang. Makanya mungkin kalian sudah tahu ya,
kalau bahasa Indonesia sama bahasa Malaysia itu mirip. Itu bukannya tanpa
alasan. Karena secara teknis orang Indonesia bicara bahasa Melayu. Bahasa
Indonesia itu berakar dari bahasa Melayu. Akar itu adalah bagian pohon yang ada
dalam tanah. Jadi akar dari pohon bahasa Indonesia, bagian yang ada dalam tanah
adalah bahasa Melayu.
Bahasa
Melayu sudah dipakai di Nusantara sejak abad ke-7. Jadi abad ke-7 itu maksudnya
tahun 700 sampai 800 masehi. Masehi itu Messiah
dalam bahasa Inggris. Masehi itu artinya Kristus atau Yesus Kristus. Jadi tahun
setelah Yesus lahir disebut Masehi dan sebelum Yesus lahir disebut sebelum
Masehi. Kembali topik. Jadi sejak abad ke-7 masehi, bahasa Melayu sudah jadi lingua
franca orang Nusantara. Tapi sama kayak orang Prancis dan orang Belanda waktu
lagi bicara bahasa Inggris pasti aksennya beda dengan orang Amerika atau orang
Australia contohnya. Bahasa Melayu yang dipakai di Nusantara juga punya banyak
aksen.
Tapi dua
aksen yang terkenal adalah aksen Melayu Riau dan Melayu Johor. Riau itu adalah
daerah yang sekarang ada di negara Indonesia dan Johor adalah daerah yang
sekarang ada di negara Malaysia. Bahasa Melayu yang berubah jadi bahasa Indonesia
pada tahun 1928 adalah bahasa Melayu Riau dan bahasa Melayu yang dipakai negara
Malaysia sekarang adalah bahasa Melayu Johor. Jadi gak heran ya, kalau bahasa
Indonesia dan bahasa Malaysia sangat mirip.
Tapi
setelah berganti nama jadi bahasa Indonesia. Bahasa itu menyerap banyak
kosakata asing misalnya dari bahasa Belanda, karena Bangsa Belanda melakukan
kolonisasi di wilayah yang sekarang jadi negara Indonesia selama kurang lebih 350
tahun. Jadi banyak kosakata bahasa Belanda dipakai misalnya kantor, dasi, permak,
permen, permisi, karton, persneling, vernis, kalian bisa lihat daftar
lengkapnya di Wikipedia. Dan semakin lama bahasa Indonesia menyerap, menyerap
artinya kayak spons buat cuci piring, spons menyerap air, jadi air masuk ke dalam
spons. Bahasa Indonesia juga menyerap kosakata asing, dari bahasa Inggris, jadi
kosakata bahasa Inggris masuk ke bahasa Indonesia misalnya, kolonisasi, informasi,
kualifikasi, meditasi, dan masih banyak lagi.
Oke. Saya
pikir cukup buat informasi singkat sejarah bahasa Indonesia, ya. Jadi semoga
kalian bisa dapat beberapa kata atau frasa baru atau sekedar latihan untuk
dengar bahasa Indonesia. Tolong tinggalkan ulasan dan umpan balik (review and
feedback) di mana pun kalian dengar podcast ini. Sampai jumpa lagi ya.
Hi Ini Esra orang Turki tapi tengal di UK sekerang. Saya dengar podcast kamu. Aku suka sekali. Lanjutkan
ReplyDeleteHi Esra. Terima kasih sudah mendengar podcast saya. Senang bisa bicara sama kamu. Have a nice day!
Delete